the-aquarama.com

Kasus DBD Terus Meningkat, Dinkes Karanganyar Berantas Nyamuk Aedes Aegypti -

Karanganyar, - Dalam beberapa waktu terakhir ini, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karanganyar terus mengalami peningkatan secara signifikan.

 

Dari jumlah kasus DBD yang dilaporkan, ada puluhan kasus tambahan terjadi hingga saat ini. Hingga pekan ke-15 ini, sudah bertambah sebanyak 47 kasus DBD di Kabupaten Karanganyar.

 

"Sehingga total kasus DBD hingga minggu ke 15 tahun 2024 adalah 368 kasus," jelas Purwati, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar pada Rabu (24/4/2024).

Menurut Purwati, tambahan 47 kasus tersebar di berbagai Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, termasuk Colomadu, Gondangrejo, Jaten, Jatipuro, Karanganyar, Jenawi, Jumantono, Tasikmadu, Kebakkramat, Ngargoyoso, Tawangmangu, Jumapolo, dan Karangpandan.

Baca Juga: Kasus DBD di Sukoharjo Terus Meningkat, Dua Balita Meninggal Dunia

Di Kecamatan Jaten terdapat 13 kasus, di Kecamatan Kebakkramat terdapat 10 kasus, di Kecamatan Colomadu terdapat 6 kasus, di Kecamatan Karanganyar terdapat 4 kasus, dan di Kecamatan Tasimadu terdapat 3 kasus. Selain itu, di Kecamatan Mojogedang dan Karangpandan masing-masing terdapat 2 kasus, sementara di Kecamatan Ngargoyoso, Tawangmangu, Jumantono, Jatipuro, Gondangrejo, dan Jumapolo masing-masing terdapat 1 kasus.

 

"Meskipun terjadi kenaikan jumlah kasus sebesar 47 kasus, namun angka tersebut lebih rendah dibanding minggu sebelumnya yaitu 56 kasus," ucap Purwati.

 

"Kami, telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi, penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk serentak dan fogging focus di daerah-daerah prioritas," jelasnya.

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar terus melakukan langkah-langkah untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Mereka telah melaksanakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masyarakat.

 

Baca Juga: Kasus DBD Meningkat di Jakarta

 

"Kami terus giatkan PSN di kantor, Sekolah, Pondok, Tempat-tempat Umum, dan Perumahan dengan 3M+," kata Purwati, Rabu (24/4/2024).

 

Purwati menyatakan bahwa mereka juga telah memulai kembali aktivitas Kelompok Kerja Operasional (POKJANAL) untuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan TILIK TONGGO di semua tingkatan RT/RW, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan. Dirinya mengatakan bahwa anggota POKJANAL atau Kader Jumantik melakukan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) setidaknya sekali dalam seminggu.

 

"Hal ini dilakukan untuk memutus siklus hidup nyamuk dan melaporkan kegiatan tersebut ke Puskesmas," ucap Purwati.

 

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan petugas di setiap puskesmas, dan memastikan bahwa mereka sudah melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat. Hal ini sangatlah penting untuk membantu pemberantasan penyakit DBD karena membahas hal-hal mengenai gejala DBD dan pentingnya PSN.

 

"Ini kami lakukan agar masyarakat yang bergejala segera mengakses layanan Kesehatan di fasilitas Kesehatan terdekat dan mencegah keterlambatan penanganan," pungkas dia.

 

Penulis : Zulfa Abdat

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat