the-aquarama.com

Catatan Makmur Marbun: Terima kasih Bu Sri Wahyuni -

Saya membayangkan jika dermaga Penajam bisa ditata dengan baik, maka kawasan itu akan jadi indah, aman dan nyaman bagi pengguna dan seluruh masyarakat Penajam. Karena ditata secara arsitektural yang mencerminkan budaya Penajam Paser Utara, dihiasi lampu lampu warna warni akan membangun nuansa romantic pada malam hari.

Manajemennya dibenahi. Bahkan keamanan dan keselamatannya dirancang dengan teknis yang benar, sehingga potensi kecelakaan di dermaga bisa diantisipasi dengan baik. Uh, membayangkan minum kopi dan bercengkerama dengan masyarakat di situ pasti akan nyaman, mengasikkan.

Jika itu terwujud pastilah pintu gerbang utara Penajam itu akan lebih menyenangkan. Bahkan menurut saya bisa memicu potensi UMKM dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dermaga itu.

Revitalisasi dermaga Penajam itu akan memberikan sumbangan yang tidak kecil bagi kemaslahatan umat. Potensi UMKM, para pedagang kecil, jasa angkutan. Bahkan porter pelabuhan yang kelak akan ditata. Misalnya pengangkut barang di dermaga akan diberi pengenal dengan seragam agar pengguna dermaga itu tidak ragu ragu dan curiga menyerahkan barangnya untuk diangkat.

Pintu gerbang Penajam itu juga akan memberikan corak dan moda pelayanan bagi pengunjung Penajam atau warga luar Kalimantan Timur yang akan menyaksikan kemegahan dan keindahan Ibu Kota Nusantara (IKN). Perjalanan dari Bandara atau Pelabuhan Laut akan memberikan warna lain, karena melintasi Teluk Balikpapan.

Peran Dinas Pariwisata PPU sangat penting untuk memasukkan kegiatan yang bersifat rekreatif di Dermaga Penajam itu ke dalam agenda perjalanan menuju IKN. Pertama akan menambah pemasukan bagi warga sekitar dengan jasa angkutan dan parkir. Kedua, dan ini yang menurut saya paling strategis adalah menyiapkan diri menyongsong IKN agar kita masyarakat Penajam tidak jadi penonton saja, tapi memaksa masyarakat IKN melewati Penajam.

Baca Juga: Catatan Makmur Marbun: Kita Bisa dan Harus Bisa, PPU Menyala

Masyarakat PPU harus berperan aktif di antaranya adalah menyiapkan dermaga Penajam ini agar jadi alternatif utama perjalanan, jika ingin menuju IKN. Memang ada jalan lain yang bisa langsung ditempuh dari Bandara dan Pelabuhan laut dengan melintasi TOL dan Samboja. Tapi menurut saya akan melelahkan. Masih lebih efektif jika melewati Kota Penajam.

Perkiraan saya dari Penajam ke IKN paling lambat ditempuh dengan 42 menit karena jalan raya sudah tidak seperti empat tahun lalu yang kadang ditempuh hingga dua atau bahkan tiga jam dari Penajam.

Saya tahu, ketika Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara meluncurkan program revitalisasi dermaga Penajam beberapa masalah muncul dan itu wajar sekali. Sesuatu yang baru pasti mengundang perhatian dan komentar masyarakat, tapi saya yakin pemerintah akan mampu menyelesaikan secara baik dan adil dengan memperhatian hak hak amsyarakat.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat