the-aquarama.com

TPID Kalbar Optimis Inflasi 2,5% Plus Minus 1% Di Akhir Tahun -

Pontianak, - Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 kembali dilaksanakan secara nasional, pada jumat, 14 Juni 2024. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memimpin Rakornas teraebut. Isu Climate Change atau perubahan iklim menjadi sorotan Jokowi dalam arahannya kepada seluruh TPIP - TPID di wilayah Indonesia.

Climate Change atau perubahan iklim dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan produksi seperti beras yang merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi. Isu yang berkembang bahwa diperkirakan pada tahun 2030 suhu mencapai titik tertinggi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, N.A. Anggini Sari menanggapi arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi pada Rakornas tersebut.

"Tentu ini menjadi catatan kami, "ujar Anggini Sari, usai Rakornas di Kantor BI.

Menurutnya perubahan iklim akan berpengaruh pada pasokan yang tentu harus diantisipasi mulai dari sekarang. Dia mengaku siap untuk mengimplementasikan semua arahan - arahan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Global Education Fair Tingkatkan Minat Kuliah

Salah satu arahan presiden adalah mengenai pompa - pompa yang harus dipersiapkan oleh daerah yang produksi utamanya adalah beras, dimana pompa tersebut akan mengaliri sawah - sawah di wilayah Indonesia.

Hal itu mengingat beras merupakan komoditi konsisten yang menyumbang inflasi.

"Karena kita di kalbar juga belum Nett Surplus, masih mendatangkan beras daei Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa, "imbuhnya.

Disamping itu Rakornas ini adalah momen untuk selalu bersinergi dan semangat untuk terus mengendalikan inflasi di Kalimantan Barat. Dia menambahkan bapak Presiden Jokowi juga berpesan bahwa masing - masing Kab/kota harus mampu mempunyai produk unggulan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat