the-aquarama.com

Mengatasi Stigma dan Menemukan Kecantikan dalam Vitiligo: Wawancara dengan Dr. Yuli Kurniawati, Sp.KK -

Palembang, – Setiap tanggal 25 Juni diperingati sebagai Hari
Vitiligo Sedunia.

Apa itu penyakit Vitiligo ?, Dr. Yuli Kurniawati, Sp.KK- Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin menjelaskan bahwa Vitiligo
adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan hilangnya pigmen,
menyebabkan munculnya bercak putih di area tertentu.

Bercak ini dapat muncul di wajah, tubuh, atau ujung-ujung bagian tubuh seperti jari,
bibir, dan hidung.

Walaupun vitiligo tidak berbahaya, dampak
psikologis dan kosmetisnya dapat signifikan, menyebabkan penderitanya
merasa rendah diri dan kurang percaya diri.

Hal ini sering mengganggu kualitas hidup mereka, membuat mereka takut untuk bersekolah, bekerja,
atau berinteraksi sosial.

Baca Juga: Vitiligo Tidak Berbahaya Namun dapat Mengurangi Rasa Percaya Diri

“ kejadian vitiligo cukup umum, terjadi pada sekitar 1-2 persen populasi dunia. Meski tampak kecil, angka ini cukup besar dalam skala global. Oleh karena itu, telah dibentuk asosiasi atau lembaga untuk
mendukung penderita vitiligo,” ujarnya.

Dr. Yuli menjelaskan bahwa penyebab vitiligo masih dalam penelitian,
tetapi yang paling banyak didukung adalah teori autoimun.

Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada sistem imun tubuh yang menyerang
sel-sel penghasil pigmen kulit.

Selain itu, faktor lingkungan seperti
polusi udara, makanan yang terkontaminasi, dan penggunaan produk
pemutih kulit juga dapat memicu vitiligo.

Mengenai pengobatan, Dr. Yuli menekankan pentingnya menghilangkan
stigma bahwa vitiligo adalah penyakit kutukan.

Vitiligo adalah kelainan kulit akibat gangguan pigmen dan tidak menular.

Banyak mitos yang membuat penderita enggan mencari pengobatan, padahal banyak metode pengobatan yang tersedia, mulai dari fototerapi hingga obat-obatan topikal dan teknik cangkok kulit.

Fototerapi, yang merangsang pembentukan pigmen kulit, adalah salah
satu metode yang sering digunakan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat